Renungan Anak Manusia

Sebelumnya saya ingin meminta maaf kepada semua pihak yang mungkin nanti membaca tulisan saya ini. Ini hanyalah hasil observasi remaja tujuh belas tahun. Tapi tidak ada salahnya untuk menyimak sebentar. Mari sama-sama merenung atas apa yang terjadi dalam hidup kita selama ini.

Keluarga adalah sebaik-baik tempat pulang ternyaman yang seharusnya kita punya. Keluarga adalah tempat dimana kita mendapatkan perhatian yang tak akan kita temui dimana pun selain di keluarga itu sendiri. Terutama orangtua. Orangtua adalah satu-satunya keluarga yang akan selalu menerima baik-buruknya kehidupan kita sebagai anak.

Untuk itu, disini saya akan menyuarakan keinginan-keinginan seorang anak dari orangtuanya.

Ayah, Ibu..
Aku tahu kalau uang adalah segalanya. Tapi tidak semuanya bisa dibeli dengan uang.
Waktu..
Jika waktu adalah suatu barang,maka waktu akan menjadi barang yang ingin sekali aku miliki..
Aku tahu Ayah dan Ibu banting tulang mencari uang demi membahagiakanku.
Aku tahu Ayah dan Ibu bekerja dari pagi sampai malam mencari uang demi mencukupi semua kebutuhanku.
Aku tahu bahwa waktu terus berjalan dan kebutuhanku semakin bertambah, otomatis Ayah dan Ibu pun harus lebih ekstra mencari uang demi mencukupi kebutuhanku yang semakin hari kian meningkat.
Ayah, Ibu aku tahu apapun yang aku minta akan selalu kalian wujudkan.
Tapi sekarang aku sadar bahwa itu semua tak membuatku bahagia.
Semewah apapun barang yang ku punya tetap tidak bisa menggantikan kebahagiaan yang ingin aku rasakan.
Ayah, Ibu..
Aku hanya ingin waktu kalian.
Aku hanya ingin bercengkrama, berbagi suka duka bersama kalian.
Ayah, Ibu..
Apa waktu kalian terlalu mahal untuk aku dapatkan?
Aku ingin seperti orang lain. Meski pun hanya hidup berkecukupan atau bahkan lebih kurang beruntung daripada itu, mereka bahagia karena bisa menjalani kehidupan bersama-sama.
Ayah, Ibu..
Aku iri kepada mereka.
Aku iri kepada mereka yang bisa mendapatkan perhatian cuma-cuma dari kedua orangtuanya.
Meski tak bergelimang harta, bahkan mungkin untuk sekadar makan pun susah tapi mereka nampak bahagia karena bisa menjalani kerasnya hidup ini bersama-sama.
Ayah, Ibu..
Aku adalah anak kalian,tapi mengapa aku lebih nyaman bersama orang lain?
Aku merasa asing dengan orangtuaku sendiri.
Aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan orang lain dibanding bersama orangtuaku sendiri.
Ayah, Ibu..
Aku tahu kalian lelah saat datang ke rumah.
Tapi tidak bisakah sebentaaaar saja meluangkan waktu untuk hanya sekadar menyapa kabarku. Menanyakan sekolahku atau bahkan PR ku?
Ayah, Ibu..
Aku memang sering meminta ini itu kepadamu.
Tapi itu semata-mata hanya kekecewaanku yang tak bisa mendapatkan waktu kalian.
Aku tahu aku seriiiiing sekali membuat masalah, baik itu di rumah ataupun di sekolah.
Ayah dan Ibu tahu alasannya? Karena aku ingin mencuri perhatian kalian, aku ingin bisa walau sebentaaaaaar saja mendapatkan waktu kalian.
Kita bisa jalan bersama atau sekadar bercengkrama di rumah misalnya.
Aku rindu perhatian kecil kalian yah,bu. 
Jika Ayah dan Ibu pulang ke rumah lebih awal, aku harap Ayah dan Ibu bisa mampir ke kamarku dan bersedia berbagi cerita denganku.

Mungkin itu adalah sebagian dari suara hati seorang anak yang ingin mendapatkan waktu beharga orangtuanya. Banyak konflik yang terjadi didalam sebuah keluarga dan pastinya berbeda dari keluarga yang satu dengan keluarga yang lainnya. Tapi intinya tetap sama bahwa seorang anak tak bisa lepas dari pehatian kedua orangtuanya.

Bagaimana pun nakalnya seorang anak, seharusnya orangtua bisa mengerti latar belakang mengapa anaknya bisa menjadi seperti itu. Boleh jadi, si anak berharap dengan menjadi nakal mampu membuat perhatian orangtuanya kembali tertuju pada dirinya. Tapi kebanyakan orangtua tidak mengerti dan menganggap bahwa si anak sudah tidak benar dan menyalahkan pergaulannya. Jika demikian, bukankah seharusnya orangtua bisa memantau pergaulan mana yang baik dan buruk bagi anaknya. Apabila si anak mendapatkan perhatian cukup mungkin kemungkinan kejadian seperti itu hanya sedikit persentasenya.

Inti permasalahan dalam konflik merenggangnya hubungan antara orangtua dan anaknya adalah karena kurang komunikasi diantara keduanya. Keduanya terkadang sama-sama egois, tidak ada yang ingin mengalah salah satunya.

Kita tidak bisa memaksa keduanya untuk mengalah salah satunya karena butuh kepala dingin keduanya agar bisa menyelesaikan kasus seperti ini. Baik anak maupun orangtua harus mempunyai rasa kebutuhan satu sama lain yang tinggi dibandingkan ego masing-masing. Semuanya butuh dibicarakan, bukan saling melempar kesakit hatian di hadapan publik atau pun lebih parahnya sampai terjadi adu fisik.

Semoga setelah ini tak ada lagi permasalahan yang terjadi. Semuanya perlu dibicarakan dengan suasana hati yang baik agar menghasilkan kesepakatan dan perasaan bahagia diantara keduanya.

Keduanya harus bisa saling mengerti keadaan satu sama lain. Baik itu sebagai anak kita tidak seharusnya membebani kedua orangtua kita dengan meminta semua keinginan kita bisa dipenuhi. Dan sebagai orangtua, kita seharusnya bisa lebih memerhatikan anak daripada pekerjaan. Uang memang perlu. Uang memang bisa membuat bahagia tapi hanya sesaat. Kebahagiaan karena uang bukanlah kebahagiaan yang sebenarnya karena kebahagiaan sesungguhnya tidak bisa dibeli dengan uang yaitu waktu. Waktu yang bisa kita dapatkan bersama orangtua kita, keluarga kita, teman kita dan semua orang yang kita cinta.

Bagi kalian yang  masih memiliki kedua orangtua yang utuh seharusnya kalian bersyukur karena masih banyak orang yang tak seberuntung kalian.
Bagi kalian yang memiliki permasalahan dengan orangtuanya coba dirundingkan secara baik-baik, saling menyuarakan isi dan perasaan masing-masing. Semoga dengan itu keharmonisan keluarga bisa kembali utuh.
Bagi kalian yang tidak seberuntung mereka yang masih memiliki kedua orangtua yang utuh, jangan bersedih. Diluar sana masih banyak orang yang bahkan tidak mengetahui dimana keberadaan orangtuanya.
Bagi kalian yang sudah tidak memiliki keduanya pun jangan bersedih, kalian masih punya Tuhan yang akan memberikan yang terbaik untuk kalian.

Semoga tulisan ini bisa bermanfa'at bagi kita semua. Dan semoga kita bisa selalu menjaga hubungan baik dengan kedua orangtua kita..

Akhir kata, untuk kedua orangtuaku semoga Bapak dan Mamah bisa selalu sehat, diberi umur panjang yang berkah dan bisa bahagia selalu dimana pun kapan pun kalian berada..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perihal Maaf dan Terima kasih

Tawa

Terima kasih Lizzi